• SMP NEGERI 1 PASEKAN
  • Progresif, Responsif, Berprestasi, Religius Dan Berwawasan Lingkungan

Bincang-Bincang Dengan Dr. Sodikin, S.Pd., M.Si. (Alumni)

22 tahun sudah usia SMP Negeri 1 Pasekan saat ini. Tentu sudah banyak angkatan dan lulusan yang sudah dihasilkan. Lulusan-lulusan dari SMP Negeri 1 Pasekan saat ini mungkin masih ada yang melanjutkan studinya.  Juga ada yang sudah menyelesaikan studi dan sekarang sudah berkiprah di masyarakat dan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Dari sekian banyak lulusan SMP Negeri 1 Pasekan, salah satunya adalah Sodikin - nama lengkapnya Dr. Sodikin, S.Pd., M.Si.
 
Pada postingan tulisan kali ini, penulis mencoba menelusuri tentang keberadaan beliau saat ini dan alhamdulillah hasil penelusuran pun berhasil. Dan penulis (selanjutnya disingkat P) meminta kesediaan Dr. Sodikin, S.Pd., M.Si (selanjutnya disingkat dengan S) untuk berbincang-bincang tentang berbagai hal.

Ingin tahu apa saja yang kami perbincangkan? Ikuti wawancara saya dengan beliau di bawah ini.
P : Tahun berapa anda lulus dari SMP 1 Pasekan?
S : Saya lulus tahun 2003

P : Bisakah anda jelaskan latar Belakang pendidikan orang tua anda?
S : Pendidikan Orang tua saya keduanya  tidak tamat SD pekerjaan orang tua adalah pedagang Baso yang setiap harinya harus keliling desa untuk menjual dagangannya sedangkan perkerjaan ibu adalah ibu rumah tangga.

P : Apa mata pelajaran Favorit anda waktu sekolah?
S : Pada saat SMP mata pelajaran yang saya sukai adalah Seni dan IPS khususnya Geografi 

P : Kesan anda tentang SMP dan Guru waktu SMP?
S : Sangat berkesan karena walaupun waktu itu SMP Negeri 1 Pasekan cenderung baru dan terletak di pedesaan namun kualitas pendidikan dan guru-gurunya tidak kalah dengan sekolah SMP yang di perkotaan.

P : Apa pendapat anda tentang Pendidikan?
S : Pendidikan merupakan proses yang harus dilalui oleh semua orang tanpa kecuali dan pendidikan sangat penting untuk membentuk karakter dan pola pikir manusia

P : Bisakah anda ceritakan perjalanan pendidikan anda hingga akhirnya sampai meraih Doktor?
S : Mungkin ini cerita nya cukup panjang, saya tidak pernah terpikirkan bahwa seorang anak desa bisa mengenyam pendidikan hingga jenjang S3 (doktor) namun saat SD saya memiliki cita-cita yang berbeda dengan yang lain di saat yang lain banyak bercita-cita ingin jadi dokter, polisi, tentara dan lain lain namun saya berbeda dimana saat itu ketika ditanya guru SD saya, saya jawab saya bercita-cita untuk bisa sekolah terus dan menjadi professor.

Setelah lulus SD saya melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Pasekan yang dulu namanya masih SLTPN 6 Sindang, saat menjalani proses pendidikan di SMP saya cenderung menyukai dunia Seni dan sangat senang dengan pelajaran seni baik seni rupa maupun seni musik bahkan saya ingat waktu itu pak martana menyarankan saya untuk setelah lulus SMP ini untuk melanjutkan ke SMM (Sekolah Menengah Musik) ya waktu itu sempet tertarik juga namun setelah dipikirkan panjang lebar saya minder terkait biaya nya dari mana untuk bisa melanjutkan ke SMM.

Saat di SMP, saya termasuk siswa biasa saja bukan kategori siswa yang selalu peringkat 1 kalau gak salah pernah memperoleh peringkat 1 dan 2 waktu di kelas 3. Nah singkat cerita saat kelulusan SMP tidak disangka saya masuk kategori juara umum 10 besar. Setelah lulus dari SMP Negeri 1 Pasekan saya melanjutkan ke SMA Negeri 2 Indramayu melalui proses seleksi dari NEM yang diperoleh dari UN SMP,  ketika SMA karena saya senang ilmu sosial (IPS) saya memilih jurusan IPS saat kelas 3, cita-cita untuk terus sekolah saat SMA inilah  semakin kuat, walupun kondisi ekonomi orang tua pas-pasan saya optimis untuk bisa kuliah di PTN Favorit.

Pada akhir masa SMA tepat saat memasuki waktu-waktu ujian nasional akan berlangsung, Pemkab Kabupaten Indramayu mengeluarkan satu program yang luar biasa yaitu program supermotivasi untuk siswa IPA dan IPS yang di inisiasi oleh pak Yance, inti dari program tersebut adalah mengadakan seleksi kepada seluruh siswa-siswi SMA Se-Kabupaten Indramayu baik jurusan IPA maupun IPS untuk diperoleh 30 besar dan 30 siswa tersebut jika lolos PTN akan dibiayai untuk studi pendidikan sarjana (S1), mendengar informasi tersebut saya tergerak untuk mempersiapkan mengikuti seleksi tersebut dengan sungguh-sungguh, karena menurut saya ini kesempatan emas untuk saya bisa kuliah di PTN dengan biaya yang ditanggung oleh Pemkab Indramayu.

Melalui 6 kali tahapan seleksi alhamdulilah saya masuk 30 besar dan alhamdulilah  saya bisa kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia tepatnya di Prodi Pendidikan Geografi. Salah satu prestasi yang pernah saya raih saat kuliah S1 adalah alhamdulilah saya bisa menyelesaikan studi dengan cepat waktu itu saya berhasil memperoleh rekor tercepat studi S1 di seluruh PTN Se- Indonesia, waktu itu saya bisa menyelesaikan studi sarjana dengan waktu 3 tahun 1 minggu, semenjak itu beberapa dosen di UPI seperti Prof Darsihardjo dan Prof Wanjat Kastolani menyarankan saya untuk melanjutkan Studi ke Jenjang S2 namun saya sedikit ragu karena saya bingung dari mana biaya untuk lanjut S2 tersebut, akhirnya saran dari beliau juga saya diminta untuk mencari informasi beasiswa akhirnya saya coba searching di internet untuk mencari beasiswa  S2 ternyata saat itu saya menemukan bahwa Kemendikbud membuka beasiswa unggulan untuk studi S2 akhirnya saya mencoba untuk mengikuti seleksi beasiswa tersebut dan melalui seleksi yang panjang alhamdulilah saya lolos dan memperoleh beasiswa untuk studi S2 di Universitas Diponegoro.

Ketika kuliah di UNDIP saya sambil bekerja di BKB Nurul Fikri Jakarta dan sistem perkuliahan di UNDIP hanya 2 hari yaitu hari Jumat dan Sabtu oleh karena itu saya memilih 5 hari tetap di Jakarta dan 2 hari di Semarang jadi setiap hari Jumat dan Sabtu saya di Semarang hari lain saya di Jakarta. 

Proses kuliah S2 di Undip alhamdulillah saya jalani dengan lancar dan alhamdulillah saya bisa menjadi lulusan tercepat kembali yaitu lulus dengan durasi waktu kuliah 1 tahun 10 bulan (kurang dari 2 tahun).  

Singkat cerita saat akhir masa studi S2 Saya sudah memiliki keinginan untuk melanjutkan studi ke jenjang doctor (S3), sehingga saya sering melakukan searching mencari informasi beasiswa untuk studi doctor (S3) ternyata saya menemukan bahwa Kementerian Keuangan RI membuka Beasiswa untuk studi doktor melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan persyaratan utama harus memiliki TOEFL 530 melihat informasi itu saya tertarik dan segera menyiapkan hal-hal yang diperlukan untuk mengikuti seleksi beasiswa tersebut. Satu hari setelah wisuda dengan berbekal ijasah S2, nilai TOEFL dan berkas-berkas lainnya saya langsung mendaftar untuk mengikuti seleksi beasiswa LPDP, melalui seleksi di tingkat nasional yang cukup ketat alhamdulillah Alloh memberikan rizki ke saya, alhmdulillah saya lolos seleksi beasiswa LPDP dan memperoleh beasiswa untuk Studi Doktor di Prodi Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor. Perjalana kuliah di IPB alhmdulillah saya lalui dengan lancar dan alhmdulillah saya menjadi lulusan tercepat di angkatan saya walaupun studinya lebih dari 3 tahun saya lulus doctor dengan waktu 3 tahun 5 bulan.

Fokus penelitian saya sejak S1 hingga S3 dan beberapa publikasi ilmiah saya, hampir seluruhnya mengkaji tentang ekologi mangrove, penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografi (SIG)

P : Kesibukan apa yang sekarang sedang dijalani?
S : Saat ini saya mengajar atau menjadi dosen tetap di Prodi pendidikan IPS Kosentrasi Geografi di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta kemudian mengajar juga di Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota Unversitas Terbuka (UT)* Aktivitas lain aktif juga sebagai Asesor di Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) RI khsusunya bidang Geospasial

P : Apa pesan yang ingin anda sampaikan untuk siswa-siswa SMP Negeri 1 Pasekan pada khususnya dan siswa-siswa lain pada umumnya?
S : Teruslah belajar dan jangan takut untuk bermimpi atau bercita cita tinggi dan jangan jadikan faktor ekonomi sebagai kedala untuk tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi karena kalau kita punya niat insyalloh Alloh akan memberikan jalan kemudahan untuk meraih impian dan cita cita kita

Demikian bincang-bincang saya dengan Dr. Sodikin, S.Pd., M.Si, alumni SMP Negeri 1 Pasekan angkatan 2003.  Semoga semangat beliau bisa menginspirasi dan bermanfaat untuk adik-adiknya siswa-siswa SMP Negeri 1 Pasekan.

Lampiran Riwayat Pendidikan Formal
  1. SDN Karanganyar 1     -   
  2. SMP Negeri 1 Pasekan     -   
  3. SMA Negeri 2 Indramayu jurusan IPS (Beasiswa Prestasi)
  4. Sarjana (S1) di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung Jurusan Pendidikan Geografi (Beasiswa Supermotivasi Kab Indramayu)
  5. Magister (S2) di Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang jurusan Ilmu Lingkungan dengan (Beasiswa Unggulan Kemendikbud)
  6. Doktor (S3) di Institut Pertanian Bogor (IPB) Jurusan Ilmu Pengelolaan SDA dan Lingkungan (Beasiswa LPDP Kemenkeu R)
Riwayat Pekerjaan
  1. 2010-2013 : Guru Geografi di BKB Nurul Fikri Jakarta
  2. 2013 sampai sekarang : Dosen Tetap di Pendidikan IPS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  3. 2018 sampai sekarang : Dosen di Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Terbuka
  4. 2017 sampai sekarang : Asesor Kompetensi Geospasial di BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI (BNSP) RI
  5. 2018 Sampai Sekarang : Direktur Utama di PT Geo Alam Teknika Indonesia.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Sample Post 3

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco l

07/05/2020 05:09 - Oleh Administrator - Dilihat 15 kali
Sample Post 4

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco l

07/05/2020 05:09 - Oleh Administrator - Dilihat 12 kali
Sample Post 5

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco l

07/05/2020 05:09 - Oleh Administrator - Dilihat 9 kali